Dalam kesempatan tersebut, Agus Susarso menyoroti pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di seluruh Indonesia.
“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan dan keindahan masing-masing, sehingga perlu dihimpun dan dikelola secara profesional agar menjadi benteng budaya sekaligus mencegah konflik,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PB PERSINAS ASAD membuka Padepokan PB PERSINAS ASAD di Pondok Gede sebagai rumah besar para pendekar.
“Padepokan dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bersama, ruang musyawarah, serta kantor bersama bagi pengurus perguruan untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan pencak silat,” ia menegaskan.
Sementara itu, Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya MUNAS VI dan kekuatan persaudaraan yang ditunjukkan PERSINAS ASAD. Ia menyebut kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai sebagai fondasi utama bagi kemajuan pencak silat Indonesia.






