Ke depan, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga oleh kematangan manajemen fiskalnya. Ketahanan fiskal bukan sekadar kemampuan membayar pajak tepat waktu, tetapi kemampuan menjaga kestabilan arus kas, mengelola beban pajak secara efisien, dan memanfaatkan insentif yang tersedia untuk mendukung pertumbuhan usaha. Dalam konteks inilah, perencanaan pajak menjadi bagian integral dari strategi bisnis yang lebih luas.
FEB UNISLA melalui dosen dan mahasiswanya memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ini. Melalui penelitian, pengabdian masyarakat, dan pendidikan, fakultas ini dapat mendorong munculnya ekosistem UMKM yang lebih sadar pajak dan melek fiskal. Dengan demikian, misi pendidikan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar menyentuh denyut kehidupan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, membangun daya saing UMKM di era digital tidak cukup dengan modal inovasi produk atau strategi pemasaran yang canggih. Daya saing sejati terletak pada ketahanan struktur keuangannya. UMKM yang mampu mengelola keuangan dan perpajakan dengan bijak akan lebih siap menghadapi gejolak ekonomi, perubahan regulasi, maupun persaingan global yang semakin ketat.
Dengan semangat “Dari Kampus untuk Negeri,” FEB UNISLA terus mendorong transformasi fiskal yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Karena sejatinya, ketahanan fiskal bukan hanya urusan angka di laporan pajak, melainkan tentang keberlanjutan ekonomi bangsa. Pajak yang dikelola dengan cerdas bukanlah beban, melainkan jembatan menuju kemandirian, kredibilitas, dan masa depan UMKM Indonesia yang lebih tangguh dan berdaya saing. [NH]







