{"id":114,"date":"2024-01-03T07:36:35","date_gmt":"2024-01-03T07:36:35","guid":{"rendered":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/"},"modified":"2024-01-03T07:36:35","modified_gmt":"2024-01-03T07:36:35","slug":"menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/","title":{"rendered":"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun"},"content":{"rendered":"<div class=\"intro intro--bold\">\n<p><strong>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang 2023 defisit, namun nilainya lebih rendah dari target yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya atau realisasi tahun 2022.\u00a0<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"article-content\" class=\"content-floated-wrap fb-quotable\">\n<div class=\"wsw\">\n<p><strong><span class=\"dateline\">JAKARTA (MDN) &#8211; <\/span><\/strong>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja APBN sepanjang 2023 mencatatkan defisit Rp347,6 triliun atau setara 1,65 persen dari produk domestik bruto (PDB). Meskipun defisit, angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan target awal APBN 2,84 persen dari PDB dan target Perpres no 75 tahun 2023 sebesar 2,27 persen dari PDB.\u201cAPBN 2023, kita desain defisit di Rp598 triliun atau 2,84 persen dari GDP. Kemudian tengah tahun kita revisi agak rendah di Rp479 triliun atau 2,27 persen dari GDP. Ternyata realisasi defisit kita jauh lebih kecil yaitu Rp347,6 triliun atau 1,65 persen dari GDP,\u201d ungkap Menkeu dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2\/1).<\/p>\n<p>Defisit APBN ini mencerminkan pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan dengan pengeluaran pemerintah.<\/p>\n<div data-owner-ct=\"Article\" data-inline=\"False\">\n<div class=\"media-block also-read\">Sri Mulyani menjelaskan pendapatan negara yang terdiri dari pajak, bea cukai serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sepanjang tahun 2023 mencapai Rp2.774,3 triliun, atau 112,6 persen dari target APBN Rp2.463,0 triliun dan 105,2 persen dari target Perpres No. 75\/2023 sebesar Rp2.637,2 triliun.<\/div>\n<\/div>\n<p>Sedangkan untuk belanja negara pada tahun lalu tercatat Rp3.121,9 triliun. Jumlah belanja negara ini mencapai 102 persen dari target APBN yang sebesar Rp3.061,2 triliun dan 100,2 persen dari target Perpres no 75\/2023 yang mencapai Rp3.117,2 triliun.<\/p>\n<p><strong>Pertama Sejak 2012, Keseimbangan Primer Surplus<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun defisit, APBN 2023 mencatat kesembangan primer yakni surplus Rp92,2 triliun. Angka ini lebih rendah dari target pemerintah sebelumnya yakni defisit Rp38,5 triliun. Keseimbangan primer adalah total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah surplus keseimbangan primer pertama kali sejak tahun 2012,\u201d tambahnya seraya menambahkan, dengan capaian ini kinerja anggaran negara tetap solid dan kredibel.<\/p>\n<p>Sri Mulyani menyebut berbagai tantangan ke depan seperti dinamika perekonomian global, geopolitik hingga anjloknya harga komoditas unggulan tanah air. Namun, ia yakin APBN akan tetap sehat dan dapat mendukung program prioritas nasional.<\/p>\n<div class=\"wsw__embed\">\n<figure class=\"media-image js-media-expand js-media-expand--ready\">\n<div class=\"img-wrap\">\n<div class=\"thumb\">\n<figure style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" enhanced\" src=\"https:\/\/gdb.voanews.com\/01000000-0a00-0242-27b3-08dbdba58fcf_w650_r0_s.jpg\" alt=\"Kemasan minyak goreng sawit dipajang di sebuah kios di Jakarta (foto: ilustrasi). Minyak kelapa sawit, salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia mengalami penurunan harga tahun 2023 lalu.\" width=\"650\" height=\"433\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kemasan minyak goreng sawit dipajang di sebuah kios di Jakarta (foto: ilustrasi). Minyak kelapa sawit, salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia mengalami penurunan harga tahun 2023 lalu.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/figure>\n<\/div>\n<p>\u201cJadi cerita APBN 2023 yang kita sebutkan tadi (sudah mencapai)\u00a0<em>the end of the journey\u00a0<\/em>semenjak pandemi dan ditutup dengan khusnul khotimah. Pendapatannya tinggi, belanjanya tetap bisa mendukung banyak sekali program prioritas nasional dan menjaga masyarakat, namun defisitnya jatuh lebih rendah yakni Rp347,6 triliun. Jadi tadinya (didesain defisit) 2,84 persen dari GDP, kita revisi ke bawah menjadi 2,27 persen dari GDP, ternyata realisasinya 1,65 persen dari GDP,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Kinerja APBN yang cukup memuaskan ini dinilai dapat menjadi modal yang kuat untuk memasuki tahun 2024.<\/p>\n<p>\u201cJangan dikira kalau sudah ada\u00a0<em>shock<\/em>, tahun depan libur\u00a0<em>shock-<\/em>nya (tidak ada pukulan lain.red), pasti\u00a0<em>shock<\/em>-nya berubah-ubah. Jadi kita tidak boleh berharap bahwa tidak akan ada\u00a0<em>shock<\/em>. Yang harus kita siapkan adalah\u00a0<em>shock\u00a0<\/em>bisa terjadi setiap saat dalam berbagai bentuk, namun APBN-nya harus tetap siap untuk menjadi instrumen untuk jaga masyarakat dan ekonomi tanpa menyebabkan APBN-nya juga kemudian rusak atau tidak sehat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><strong>Ekonom Apresiasi Surplus Keseimbangan Primer, Kritik Jor-joran di Akhir Tahun<\/strong><\/p>\n<p>Ekonom Indef Nailul Huda mengapresiasi kinerja APBN 2023 yang mencatatkan defisit yang lebih rendah dibandingkan dengan target awal pemerintah sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cAda keseimbangan primer yang surplus itu juga patut diapresiasi. Ini bahwa kalau itu positif artinya untuk membayar utang tidak perlu utang baru,\u201d kata Nailul.<\/p>\n<p>Meski begitu Nailul menyoroti pengeluaran pemerintah di triwulan III tahun 2023 yang minus 3,76 persen. Padahal pengeluaran pemerintah di triwulan-II tumbuh 10,57 persen. Menurutnya, ini juga merupakan kebiasaan pemerintah yang tidak baik dengan selalu melakukan pengeluaran pemerintah secara jor-joran di akhir tahun.<\/p>\n<p>\u201cArtinya adalah fungsi pemerintah memberikan stimulus bagi perekonomian menjadi berkurang. Kalau dia minus artinya dia mengurangi pertumbuhan ekonomi. Kalau misalnya pertumbuhan ekonomi (PE) di triwulan-III itu 4,94 persen, pengeluaran pemerintah meskipun kecil tapi dia mempunyai dampak juga. Nah dia minus 3,76 persen artinya ketika tumbuh positif, atau nol saja seharusnya bisa lebih tinggi PE nya di 5-5,1 persen. Tapi ini malah minus artinya pengeluaran konsumsi pemerintah (yang minus) itu mereduksi pertumbuhan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<div class=\"wsw__embed\">\n<div class=\"media-pholder media-pholder--audio media-pholder--embed\">Nailul memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2024 berada di kisaran 4,9 hingga 5 persen. Bahkan bisa mencapai 5,1 persen jika aktivitas Natal dan Tahun Baru memberi dampak positif yang cukup signifikan.<\/div>\n<\/div>\n<p>\u201cKalau 2024, (mungkin PE) di kisaran 5-5,1 persen, karena terdorong dari konsumsi pemilu apalagi kalau dua putaran. Ekspor impor tidak signifikan pengaruhnya (terhadap PE), karena kita kuat di konsumsi rumah tangga. Jadi kalau konsumsi rumah tangga digenjot, dan inflasi tetap terjaga rendah, maka PE di 5-5,1 persen cukup ideal,\u201d pungkasnya.\u00a0<strong>[Red]#VOA<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang 2023 defisit, namun nilainya lebih rendah dari target&nbsp;[&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":116,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[9],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/\" \/>\n<link rel=\"next\" href=\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang 2023 defisit, namun nilainya lebih rendah dari target&nbsp;[&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Majalah Desa Nusantara\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-03T07:36:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1023\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"575\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"destara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"destara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/\",\"url\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/\",\"name\":\"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-03T07:36:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/14d276ec5ad6dc1ef35b877b2c3cb61d\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg\",\"width\":1023,\"height\":575,\"caption\":\"Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (foto: dok).\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/#website\",\"url\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/\",\"name\":\"Majalah Desa Nusantara\",\"description\":\"Solusi Desa Sejahtera\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/14d276ec5ad6dc1ef35b877b2c3cb61d\",\"name\":\"destara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad5b2f9aaaf2367609ae9c2c86fb2a0230b5059674fe88664fdf7d5c7f24e986?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad5b2f9aaaf2367609ae9c2c86fb2a0230b5059674fe88664fdf7d5c7f24e986?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"destara\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/destara.news\"],\"url\":\"https:\/\/destara.news\/majalah\/author\/destara\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/","next":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara","og_description":"Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang 2023 defisit, namun nilainya lebih rendah dari target&nbsp;[&hellip;]","og_url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/","og_site_name":"Majalah Desa Nusantara","article_published_time":"2024-01-03T07:36:35+00:00","og_image":[{"width":1023,"height":575,"url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"destara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"destara","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/","url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/","name":"Menkeu: Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun - Majalah Desa Nusantara","isPartOf":{"@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg","datePublished":"2024-01-03T07:36:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/14d276ec5ad6dc1ef35b877b2c3cb61d"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/2024\/01\/03\/menkeu-defisit-apbn-2023-capai-rp3476-triliun\/#primaryimage","url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg","contentUrl":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2024\/01\/Menkeu-Defisit-APBN-2023-Capai-Rp3476-Triliun.jpg","width":1023,"height":575,"caption":"Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (foto: dok)."},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/#website","url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/","name":"Majalah Desa Nusantara","description":"Solusi Desa Sejahtera","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/destara.news\/majalah\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/14d276ec5ad6dc1ef35b877b2c3cb61d","name":"destara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/destara.news\/majalah\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad5b2f9aaaf2367609ae9c2c86fb2a0230b5059674fe88664fdf7d5c7f24e986?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ad5b2f9aaaf2367609ae9c2c86fb2a0230b5059674fe88664fdf7d5c7f24e986?s=96&d=mm&r=g","caption":"destara"},"sameAs":["https:\/\/destara.news"],"url":"https:\/\/destara.news\/majalah\/author\/destara\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/destara.news\/majalah\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}