“Bahasa Tidung merupakan bagian dari keragaman budaya Indonesia. Kami berharap penggunaannya dapat dimulai di Bandar Udara Juwata Tarakan, sebagaimana beberapa bandara lain yang telah menerapkan bahasa daerah masing-masing,” Ungkap Ahmad Saleh Sekretaris PB LBMK Kalimantan, Senin (10/10/25).
LBMK menilai, penggunaan Bahasa Tidung di area publik seperti bandara akan menjadi langkah positif dalam memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa ibu di kalangan generasi muda.
“Setelah mendengar antusiasme masyarakat terhadap ide ini, kami melihatnya sebagai langkah positif dan bagian dari upaya mensosialisasikan Bahasa Tidung ke tengah-tengah masyarakat,” lanjut Saleh.






