Media Destara juga mencatat bahwa tidak ada sistem peringatan dini yang aktif menjelang banjir, meski hujan deras sudah terjadi sejak sore sebelumnya. Warga sekitar mengandalkan informasi dari media sosial dan grup pesan instan untuk mengetahui kondisi jalan.
Koordinasi antar OPD dan kecamatan memang dilakukan, namun belum menyentuh aspek pencegahan jangka pendek. “Kami koordinasi cepat untuk pengaturan lalu lintas awal,” kata Ery, tanpa merinci langkah-langkah teknis lain yang telah atau akan dilakukan.
BPBD Lamongan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Namun, investigasi MDN menunjukkan bahwa banjir ini bukan hanya soal curah hujan, melainkan juga soal kesiapsiagaan dan komunikasi lintas sektor yang perlu diperkuat. [Tim Media]







