Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan kualitas sumber daya manusia. “SDM adalah investasi paling penting. Lamongan berkomitmen menciptakan SDM unggul dan berdaya saing, sekaligus melakukan maintenance agar keberlanjutan dunia kerja tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menekankan bahwa Bulan K3 bukan sekadar seremonial, melainkan kebutuhan esensial yang harus menjadi budaya kerja. “K3 membawa dampak positif, bukan hanya bagi pekerja dan perusahaan, tetapi juga bagi pembangunan nasional dan regional,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lamongan, Zamroni, menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan keberhasilan pembinaan perusahaan dalam penerapan K3. “Sebanyak 33 perusahaan Lamongan lolos penilaian administrasi sepanjang 2025. Mereka telah memenuhi 166 indikator sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan diaudit langsung oleh Badan Audit Kemnaker,” jelasnya.







