Bahlil menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan pasar sekaligus memanfaatkan momentum kenaikan harga. “Relaksasi terukur itu terbatas dan tetap menjaga kestabilan supply-demand serta harga,” jelasnya.
Instruksi untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari komoditas batu bara sebelumnya telah disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah kini menyiapkan revisi RKAB 2026 guna menyesuaikan target produksi dengan dinamika pasar internasional dan memperkuat postur APBN yang tertekan akibat ketegangan geopolitik. [AH]








