Mereka berharap adanya langkah konkret: pembangunan tanggul, bantuan benih, hingga kompensasi gagal panen. Tanpa itu, setiap musim hujan akan selalu menjadi musim kehilangan.
Bagi petani Gunungrejo, banjir bukan hanya merendam padi. Ia merendam cita-cita anak-anak desa, merendam ketahanan pangan keluarga, dan merendam masa depan generasi berikutnya.
Di tengah air yang tak kunjung surut, mereka tetap menyalakan harapan: bahwa suatu hari nanti, pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya dengan janji, tetapi dengan solusi. [J2]







