Ketika Dua Liter Beras Lebih Cepat Hadir daripada Negara

  • Whatsapp

Dua liter beras dari seorang saudara menjadi penyelamat. Bukan dari program pemerintah, bukan dari mekanisme bantuan sosial, melainkan dari rasa iba keluarga. Dua liter beras itu menjadi simbol betapa empati pribadi bisa lebih cepat hadir dibanding sistem negara.

Kerabat Siking mengakui bahwa mereka yang turun tangan membantu. “Kami kasihan melihat keadaan keluarga kami. Saya heran kenapa ada warga dengan kondisi seperti ini tidak menerima bantuan pemerintah,” ungkap salah seorang kerabat.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kalimat itu bukan tudingan, melainkan jeritan keprihatinan. Bahwa di tengah laporan resmi tentang penyaluran bantuan yang disebut berjalan sesuai prosedur, ada satu dapur yang membuktikan sebaliknya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *