Pemerintah Turki menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh sesuai dengan protokol keselamatan penerbangan sipil internasional. Tim gabungan dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Turki dan otoritas keamanan telah diterjunkan ke lokasi kejadian.
Falcon 50 merupakan jet bisnis buatan Dassault Aviation, Prancis, yang dikenal memiliki performa tinggi dan digunakan secara luas untuk penerbangan eksekutif. Meski tergolong aman, insiden ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi sistem kelistrikan dan pemeliharaan pesawat, terutama dalam penerbangan yang melibatkan pejabat tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Libya terkait insiden tersebut. Media internasional terus memantau perkembangan investigasi dan kondisi para penumpang yang selamat. [DW/Red]







