Tabrakan keras tidak dapat dihindari. Tubuh korban terpental beberapa meter dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Sepeda motor mereka hancur tak berbentuk. Kereta Harina, yang sedang menjalani perjalanan relasi Bandung–Surabaya Pasarturi, terpaksa berhenti luar biasa (BLB) di KM 17+300 untuk pemeriksaan sebelum kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 08.03 WIB, seperti yang disampaikan oleh Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Petugas dari Polsek Pucuk segera datang ke lokasi bersama tim medis untuk mengevakuasi kedua korban. Jenazah kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Lamongan. Suami dan keluarga korban yang menerima kabar duka langsung menuju rumah sakit. Tangis pecah di ruang jenazah, diiringi isak anak Lina yang kehilangan sosok ibu dalam kecelakaan tragis ini.
Perlintasan kereta api di Desa Warukulon memang tidak dilengkapi palang pintu atau penjaga. Warga sekitar berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih guna meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api.