Nanang, warga Pucang, mengungkapkan bahwa banjir kali ini datang lebih cepat dibanding biasanya.
“Hari Selasa hujan deras masih aman, tapi begitu hujan turun lagi Rabu siang sampai malam, langsung banjir masuk ke jalan-jalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ardian, warga Sidokare, yang menyebut daerahnya sudah menjadi langganan banjir.
“Kali ini lebih parah, air sampai ke perempatan Gading Fajar arah Sepande. Tingginya juga lebih besar dibanding banjir sebelumnya,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung ke lapangan Rabu malam. Ia memimpin penanganan darurat bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum BMSDA. Dari hasil penelusuran, ditemukan penumpukan sampah dalam jumlah besar di sekitar Jembatan Kuthuk, Sidokare, yang menghambat aliran sungai dan saluran drainase.
Bupati Subandi segera mengerahkan alat berat untuk membersihkan dan mengeruk saluran air. Operasi berlangsung hingga tengah malam dengan pengawasan langsung dirinya.
“Selain karena intensitas hujan tinggi, beberapa saluran masih terhambat. Kita berusaha menyelesaikan dengan pembersihan agar aliran air kembali normal,” jelas Subandi.
Pemkab Sidoarjo menegaskan bahwa penanganan sementara difokuskan pada normalisasi aliran air melalui pembersihan sampah dan pengoperasian pompa di titik genangan. Selain itu, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan berupa perbaikan sistem drainase dan mitigasi banjir jangka panjang.







