Genangan Belum Surut, Khofifah Pastikan Warga Tak Sendiri Hadapi Bencana

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Banjir Bengawan Jero kembali menguji ketangguhan warga Lamongan. Genangan yang meluas sejak akhir Desember 2025 merendam ribuan rumah dan tambak, memaksa pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Di tengah situasi ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/01), memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus menyalurkan bantuan.

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Khofifah menegaskan bahwa pemerintah tidak meninggalkan masyarakat terdampak. “Kami ingin warga tetap tenang, karena negara hadir bersama masyarakat. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bantuan yang disalurkan mencakup paket sembako, makanan siap saji, selimut, perlengkapan kebersihan, hingga sepatu boots untuk mendukung aktivitas warga dan petugas di lapangan. Kehadiran gubernur di lokasi banjir menjadi simbol bahwa penanganan bencana bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga soal kehadiran moral negara.

Khofifah mengingatkan bahwa Januari 2026 merupakan periode dengan curah hujan tertinggi, berdasarkan data BMKG Juanda. Intensitas hujan diperkirakan mencapai 58%, hampir tiga kali lipat dibanding Desember.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *