SURABAYA | DN — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya memperluas sekaligus mengevaluasi Program Beasiswa Pemuda Tangguh tahun 2026. Program yang ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan pra-miskin ber-KTP Surabaya ini kini diperkuat dengan kerjasama lintas perguruan tinggi negeri, swasta, serta lembaga pendidikan.
Dalam skema bantuan, Pemkot Surabaya memberikan biaya pendidikan maksimal Rp2,5 juta per semester serta uang saku Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan. Namun, hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidaktepatan sasaran penerima manfaat. Sekitar 70 persen penerima bantuan ternyata bukan berasal dari keluarga miskin dan pra-miskin.







