Penanggung jawab kegiatan, Raga Yustia, menilai kompetisi ini sebagai ruang belajar yang efektif bagi pelajar untuk memahami dasar keamanan siber. “Kami melihat kemampuan peserta berkembang pesat. Mereka mulai memahami karakter kompetisi CTF dan cara memecahkan persoalan digital secara terstruktur. Harapannya, pengalaman ini mendorong pelajar Tuban terus mendalami literasi keamanan siber,” ujarnya.
Setiap tim terdiri dari tiga orang dengan batasan peserta dari jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat. Panitia sebelumnya menggelar technical meeting untuk menjelaskan mekanisme skor dan tahapan pengerjaan soal.







