Menurut Arisandi, pemilihan TBM sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis. Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik tematik, tetapi juga menjadi simbol sejarah kejayaan Majapahit yang kini dikembangkan sebagai destinasi wisata air.
“TBM bukan sekadar arena olahraga bahari, tetapi juga ruang edukasi sejarah dan rekreasi yang dapat dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Mojokerto menempatkan Dragon Boat Carnival sebagai bagian dari upaya memperkuat sport tourism. Melalui kegiatan ini, olahraga dayung diharapkan mampu menjadi sarana promosi wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.







