Dr. Sri Hartoko, sebagai ko-promotor, menambahkan bahwa penelitian ini memperlihatkan keterampilan metodologis yang kuat. Yenny dinilai berhasil memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menjelaskan hubungan kompleks antara tekanan eksternal dan kesadaran internal pemimpin perusahaan. Sementara Ari Kuncara, Ph.D., menyoroti kontribusi riset ini terhadap kebijakan akuntansi lingkungan yang lebih adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan.
Sesi tanya jawab antara promovendus dan para penguji berlangsung sangat dinamis. Prof. Agung Nur Probohudono memberikan apresiasi atas ketepatan pemilihan topik yang sangat relevan dengan agenda global menuju net zero emission. Beliau menyebut bahwa pendekatan emotion-based disclosure seperti ini berpotensi menjadi indikator baru dalam penilaian komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
Prof. Bhimo Rizky Samudro, penguji lainnya, menyoroti keberanian Yenny dalam menembus batas disiplin akuntansi yang selama ini cenderung fokus pada data objektif. Ia mengatakan, “Yenny mengingatkan kita bahwa akuntansi bukan hanya sistem pencatatan, tetapi juga sarana komunikasi nilai-nilai kemanusiaan. Konsep emosi karbon yang ia kembangkan adalah bukti bahwa akuntansi bisa humanis.”
Sementara itu, Prof. Arif Sudaryono menggarisbawahi pentingnya hasil riset ini untuk penguatan tata kelola perusahaan (corporate governance) yang berorientasi pada green leadership. Menurutnya, pemimpin dengan kesadaran rendah karbon yang tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan budaya organisasi menuju perilaku bisnis yang lebih bertanggung jawab.
Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati memberikan apresiasi atas keutuhan struktur dan ketajaman analisis disertasi. Ia menilai Yenny memiliki kemampuan reflektif yang luar biasa dalam menghubungkan fenomena empiris dengan kerangka teori. “Analisisnya tajam, data kuat, dan interpretasi konseptualnya menunjukkan kematangan berpikir seorang peneliti doktoral,” ujarnya.
Adapun Prof. Junaidi, penguji terakhir, menilai bahwa temuan Yenny membuka ruang diskusi baru tentang bagaimana akuntansi dapat berperan dalam menginternalisasi nilai-nilai moral dan emosional dalam pengambilan keputusan perusahaan. Ia mendorong agar hasil penelitian ini dapat dipublikasikan secara internasional, karena memiliki potensi untuk menjadi referensi global dalam studi akuntansi keberlanjutan.







