Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro menyatakan tidak pernah menerima koordinasi dari pihak penyelenggara sebelum acara berlangsung. Bahkan, madrasah yang ikut serta tidak melaporkan maupun meminta izin resmi. “Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata perwakilan Kemenag setempat.
Kericuhan ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan orang tua. Mereka menilai panitia tidak profesional dan berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan serupa. [Bud/Red]







