Menurut politisi Golkar yang akrab disapa Pri itu, kericuhan yang terjadi bukan sekadar masalah teknis, melainkan indikasi lemahnya manajemen acara. Ia menambahkan, DPRD akan segera membahas langkah tindak lanjut bersama pimpinan dewan. “Rapat akan menentukan apakah panitia atau event organizer perlu dipanggil bersama OPD terkait,” jelasnya.
Sorotan publik juga mengarah pada Saryta Management selaku penyelenggara. Legalitas lembaga ini diragukan karena struktur organisasi dan alamat kantor tidak jelas. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan orang tua peserta yang merasa dirugikan.







