Sementara itu, Dr. Ahmad Ajib Ridwan dalam sesi pemaparannya menyampaikan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar. “Koperasi yang tidak bisa beradaptasi akan tertinggal, sedangkan yang bertransformasi akan tumbuh lebih cepat,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi koperasi wanita tradisional, antara lain:
- Sebanyak 60% koperasi wanita masih melakukan pencatatan secara manual.
- Rendahnya literasi digital dan keterbatasan infrastruktur.
- Persaingan dengan platform keuangan modern dan marketplace digital.
Pelatihan ini mendapat apresiasi dari para peserta yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat daya saing koperasi wanita di era digital. [SKR]







