” Saya minta, apalagi minta saya diberipun saya tolak, ” Tegas Helmi.
Berkaitan dengan fiktif ( hewan tidak ada) saya tidak tahu karena dari awal sudah verifikasi dan monitoring sampai akhir tahun masih ada.
Dengan dasar penjelasan sekdin yang pada waktu itu masih menjabat kabid peternakan berbeda dengan pelaporan atau berita yang beredar sebelumnya.
Pasalnya dalam dokumen yang menjadi dasar laporan tertera nominal anggaran untuk desa tanah baya dan kejene masing-masing Rp 80.000.000,- menjadi tidak sinkron.







