Kepala Desa Pengumbulanadi, Agus Khoirul Anam, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi. “Korban tenggelam sekitar pukul satu siang dan ditemukan sekitar pukul dua lebih. Saat ditemukan, kondisinya sudah meninggal dunia dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujar Agus.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum tenggelam, Rifk bermain bersama tiga temannya di lokasi genangan air. Mereka bermain lempar sandal di tepian galian. Namun, karena Rifk tidak bisa berenang, ia tiba-tiba tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.







