Rawan Pangan di Gaza, Anak-anak Kelaparan Penuhi Bangsal Rumah Sakit

  • Whatsapp
Anak-anak Palestina menunggu untuk menerima makanan selama bulan suci Ramadhan, saat konflik antara Israel dan Hamas berlanjut, di Rafah, di selatan Jalur Gaza 13 Maret 2024. (Foto: REUTERS/Mohammed Salem)

( DN ) – Fadi al-Zant, seorang bocah berusia enam tahun, menderita malnutrisi berat. Tulang rusuknya terlihat menonjol di bawah kulitnya yang kering, dan matanya tampak cekung. Ia berbaring lemah di Rumah Sakit Kamal Adwan, yang terletak di utara Gaza, sebuah wilayah yang saat ini menghadapi kelaparan.

Kaki Fadi yang kurus kering tidak mampu lagi menopang tubuhnya untuk berjalan.

Bacaan Lainnya

Foto-foto Fadi sebelum konflik menunjukkan ia adalah seorang anak yang ceria dan sehat. Dalam foto-foto tersebut, ia berdiri di samping saudara kembarnya yang lebih tinggi, dengan sisiran rambut yang rapi. Dalam klip video singkat, ia terlihat menari di sebuah pesta pernikahan bersama seorang gadis kecil.

Bocah Palestina Fadi al-Zant melihat foto selebaran tak bertanggal ini sebelum ia menderita kekurangan gizi, di Jalur Gaza utara. (Foto: AL-Zant Family via REUTERS)
Bocah Palestina Fadi al-Zant melihat foto selebaran tak bertanggal ini sebelum ia menderita kekurangan gizi, di Jalur Gaza utara. (Foto: AL-Zant Family via REUTERS)

Fadi menderita fibrosis kistik. Sebelum konflik, ia memperoleh akses ke obat-obatan yang kini sulit ditemukan oleh keluarganya, serta makanan seimbang yang kini langka di wilayah terisolasi Palestina, seperti yang diungkapkan ibunya, Shimaa al-Zant.

Fibrosis kistik sendiri adalah penyakit genetika yang menyebabkan kerusakan pada sistem pernapasan, sistem pencernaan dan organ-organ tubuh lainnya.

“Kondisinya semakin buruk. Dia semakin lemah. Dia terus kehilangan kemampuannya untuk melakukan sesuatu,” katanya dalam video yang diperoleh Reuters. “Dia tidak bisa berdiri lagi. Saat saya membantunya berdiri, dia langsung terjatuh.”

Para dokter dan sejumlah dan lembaga bantuan mengatakan Gaza menghadapi kekurangan makanan, obat-obatan dan air bersih, setelah lebih dari lima bulan Israel menyerang wilayah itu, baik di darat maupun udara. Operasi Israel tersebut merupakan balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober.

Seorang anak laki-laki Palestina berusia 10 tahun, Yazan al-Kafarna, yang lahir dengan Cerebral Palsy, terbaring di sebuah rumah sakit di Rafah, 3 Maret 2024. (Foto: AP)
Seorang anak laki-laki Palestina berusia 10 tahun, Yazan al-Kafarna, yang lahir dengan Cerebral Palsy, terbaring di sebuah rumah sakit di Rafah, 3 Maret 2024. (Foto: AP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *