Nasib Tenaga Pendidik Sudah Mengabdikan Diri Selama 30 Tahun Dengan Tangisa dan Kesedihan Berharap Kepada Pemerintah

  • Whatsapp

BOJONEGORO ( DN ) – Diruang rapat komisi C DPRD kabupaten Bojonegoro lantai 3 untuk kesekian kalinya para perwakilan GTT (guru tidak tetap) dan GTY ( guru tetap yayasan ) mendatangi kantor gedung DPRD kabupaten Bojonegoro untuk mengadukan nasibnya agar ditahun 2024 ini lebih diperhatikan pemerintah. Dan masa pengabdian guru-guru tersebut bervariasi antara 15 tahun hingga 30 tahun, pihaknya berharap dengan sangat kepada pemerintah daerah dan pusat dan upayanya tidak putus asa sampai mendatangi di KEMENPAN Jakarta memohon agar nasibnya lebih diperhatikan mengingat belum masuk atau tidak lolos dalam PPPK, Rabu (06/3/2024)

“Saya sudah 36 tahun mengajar di TK dan honor waktu itu sangat minim sekali pada waktu tahun 1987 saya mengajar itu hanya berdua, terus di situ saya enggak digaji sampai 3 tahun Terus masuk 4 tahun baru mendapatkan gaji tapi sangat-sangat minim sekali. Kemudian pada tahun 2018 baru mendapatkan sertifikasi, tapi saya masih ingin merubah nasib,” keluh Ellis.

Bacaan Lainnya

Kemudian hearing GTT dan GTY ini merupakan pembahasan lanjutan pada tanggal 20 januari 2024 yang difasilitasi dan diterima oleh wakil ketua DPRD kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto,S.E.,M.A.P, dan
setelah diterima oleh wakil ketua para guru-guru GTT dan GTY menyampaikan semua keluhan dan uneg unegnya di depan wakil ketua DPRD Bojonegoro. Menurut wakil ketua Sukur Priyanto memberikan penjelasan dihadapan para guru itu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *