GRECO Pastikan Belum Pernah Lakukan Pekerjaan Apapun terkait Indonesia

  • Whatsapp
GRECO membantah bahwa mereka pernah melakukan penyelidikan korupsi terkait kontrak pembelian pesawat Mirage 2000-5 bekas antara pemerintah Indonesia dan Qatar.

Group of States against Corruption (GRECO) mengatakan bahwa mereka “belum pernah melakukan pekerjaan apapun terkait Indonesia.” Hal ini disampaikan juru bicara Direktorat Komunikasi Dewan Eropa GRECO, Jaime Murphy, hari Selasa (13/2) menjawab email VOA sehari sebelumnya.

Nama GRECO disebut-sebut dalam sebuah laporan yang dirilis oleh msn.com, sebuah portal web news aggregator (pengumpul berita) yang berafiliasi dengan Microsoft. Laporan bertajuk “Indonesia Prabowo Subianto EU Corruption Investigation” yang dirilis hari Jumat (9/2) menjelaskan tentang proses penyelidikan oleh Badan Antikorupsi Uni Eropa (GRECO) terhadap kontrak pembelian pesawat Mirage 2000-5 bekas antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dengan pemerintah Qatar.

Bacaan Lainnya
Kesepakatan kontrak pembelian Mirage ini melibatkan broker dari Ceko bernama Excalibur International dan seorang mantan pilot Angkatan Udara Prancis bernama Habib Boukharouba.

Laporan pada laman msn.com itu saat ini sudah tidak dapat diakses lagi.

GRECO: Mandat Kami Pantau Kepatuhan pada Standar Anti-Korupsi di Negara Anggota

Menjawab email VOA tentang laporan itu, GRECO mengatakan sebagai badan di Dewan Eropa yang bertujuan meningkatkan kapasitas anggotanya dalam memerangi korupsi, dengan memantau kepatuan mereka terhadap standar-standar anti-korupsi, pihaknya memang “membantu negara-negara untuk mengidentifikasi kekurangan dalam kebijakan antikorupsi nasional, mendorong reformasi legislatif, institusional, dan praktis yang diperlukan.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *