Tiga Pemantau Asing Siap Amati Pemilu 2024

  • Whatsapp
Seorang petugas memeriksa lembar surat suara untuk pemilihan Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD RI) di Gudang KPU Kota Depok, di Cibinong, Jawa Barat, Rabu, 10 Januari 2024 (Foto: Indra Yoga/VOA)

Pemantau asing pada pemilu dinilai sangat penting untuk dapat mengamplifikasi jika ada persoalan di dalam penyelenggaraan pesta demokrasi itu. Mengapa pemantau asing kurang antusias mengamati pemilu di Indonesia?

Pemantauan proses penyelenggaraan pemilu oleh berbagai pihak, termasuk negara atau badan pemantau asing, dinilai sebagai bagian penting dalam proses berdemokrasi. Kehadiraan pemantau pemilu dapat menambah kredibilitas dan legitimasi proses dan hasil pemilu, yang sekaligus dapat mencegah atau setidaknya meminimalisir terjadinya kecurangan.Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty mengatakan hingga satu minggu menjelang pemungutan suara 14 Februari nanti, ada 161 badan pemantau pemilu yang sudah terakreditasi, termasuk tiga pemantau asing. Yaitu Friedrich Naumann Foundation for Freedom (FNF), Asian Network for Free Election (ANFREL Foundation) dan Melanisian Spearhead Group (MSG).

Bacaan Lainnya

Ditemui VOA pada Kamis (8/2), Lolly menjelaskan syarat-syarat badan asing menjadi pemantau pemilu di Indonesia. “Pertama harus ada surat pernyataan dari organisasi pemantau yang bersangkutan atau dari pemerintah negara lain tempat yang bersangkutan pernah melakukan pemantauan mengenai kompetensi dan pengalaman sebagai pemantau pemilu di negara lain itu . Yang kedua, tentu harus ada visa untuk menjadi pemantau pemilu dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *