Langkah Pemkab Sidoarjo ini menunjukkan bahwa kebijakan publik harus menyentuh kebutuhan dasar: tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak.
Namun tantangannya tetap besar: bagaimana memastikan program ini berkelanjutan, tepat sasaran, dan tidak berhenti pada seremoni?
Empat rumah yang diperbaiki bulan ini mungkin hanya sebagian kecil dari ribuan RTLH di Sidoarjo. Tapi bagi Siswanto, Nurcholis, dan Makrifa, itu adalah titik balik.
Ketika pemerintah hadir bukan hanya dengan anggaran, tetapi dengan empati dan kecepatan, maka genteng yang bocor bisa berubah menjadi martabat yang dipulihkan. [SWD]







