Bedah Rumah di Sidoarjo: Dari Atap Jebol ke Harapan Baru

  • Whatsapp

Bagi Makrifa, istri Siswanto, bantuan ini bukan sekadar renovasi, tetapi harapan baru. “Mboten wonten arto, suami kerja cleaning service. Saya hanya ingin anak saya tidak kehujanan lagi,” ucapnya dengan mata berkaca.

Cerita-cerita seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik angka statistik RTLH, ada wajah-wajah yang selama ini hidup dalam ketidakpastian.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Program bedah rumah ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo. Wakil Ketua 4 Baznas, Ilhamuddin, turut mendampingi Bupati dalam sidak. Subandi meminta pengerjaan dilakukan secepat mungkin. “Saya minta diusahakan bulan ini ya, karena atapnya sudah tidak ada. Kasihan warga kalau hujan,” tegasnya.

Selain perbaikan fisik, bantuan beras juga disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi.

Program RTLH bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi instrumen keadilan sosial. Di tengah urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi, masih banyak warga yang tinggal di hunian yang membahayakan keselamatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *