Amri, salah satu warga Desa Ketapangtelu, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 2019. “Rumah saya sudah hampir tiga minggu terendam air. Kami berharap air segera surut, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal,” tuturnya dengan nada pasrah.
Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya menyalurkan bantuan logistik dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Namun, hingga kini banjir Bengawan Jero masih menjadi ancaman serius bagi kehidupan warga di wilayah terdampak. [NH]







