Banjir Bengawan Jero Belum Surut, Ribuan Rumah dan Lahan Pertanian di Lamongan Terendam

  • Whatsapp

Kepala Bagian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan bahwa peningkatan debit air dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lamongan secara merata. “Air hujan dari sejumlah wilayah bermuara ke Bengawan Jero sebelum mengalir ke Bengawan Solo. Kondisi ini membuat debit air meningkat cukup signifikan,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Lamongan, banjir Bengawan Jero berdampak pada 5.188 rumah warga serta 7.125 hektare lahan pertanian di lima kecamatan. Tak hanya itu, puluhan sekolah juga dilaporkan terganggu aktivitasnya akibat genangan air.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Untuk mengurangi dampak banjir, pemerintah daerah mengoperasikan 15 unit pompa air di sejumlah titik rawan. Total kapasitas pompa yang disiagakan mencapai 9.900 liter per detik, termasuk pompa utama di Rolak Kuro dengan kapasitas 8.500 liter per detik. Selain itu, jalur pembuangan gravitasi di Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan juga dimanfaatkan untuk mempercepat aliran air.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *