Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus meliputi: Kawasan Langganan Banjir: Tanggulangin, Candi, dan Waru. Kawasan Perkotaan: Fokus pada normalisasi saluran yang kini banyak terhimpit bangunan liar di sisi kanan dan kiri.
Bupati Subandi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak berpangku tangan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab penataan kota adalah kerja kolektif.
“Semua stakeholder harus terlibat dalam penanganan ini. Dengan adanya grand design ini, kita punya tahapan yang jelas. Harapannya, ada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Sebagai informasi, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo mencakup empat sektor intervensi utama : Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir, Rehabilitasi Infrastruktur Jalan, Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan (Sekolah), Revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH).







