Respon Cepat Keluhan Publik, Dinas BMCKTR Lamongan Turunkan Tim Darurat ke Jalan Kaliotik

  • Whatsapp

LAMONGAN | DN – Angin segar akhirnya berhembus bagi warga di kawasan Dapur Utara, Kelurahan Sidokumpul, Kabupaten Lamongan. Setelah bertahun-tahun harus berjibaku dengan debu pekat dan ancaman kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah, mobilitas warga di jalur penghubung antar desa menuju Jalan Lingkar Utara (JLU) Kaliotik dipastikan segera terselesaikan menyusul masuknya proyek ini ke dalam agenda pembangunan Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA) tahun 2026.

Titik kerusakan yang selama ini dikeluhkan terletak di ruas strategis samping selatan depan UPT Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Lamongan mengarah ke Jalan Raya Kaliotik (Koordinat Lat -7.1092, Long 112.4179). Warga setempat kerap menyuarakan kekecewaan karena kondisi jalan berlubang tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara serta memicu masalah kesehatan pernapasan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Lamongan, Ir. Andhy Kurniawan, S.T., M.M.T., menegaskan bahwa ruas jalan tersebut sudah masuk dalam perencanaan matang dan kini tengah memasuki tahap krusial.

“Ruas itu Alhamdulillah sudah masuk penanganan JAMULA tahun ini (2026), sekarang dalam proses pengadaan,” ujar Andhy saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Andhy juga menjelaskan alasan di balik penantian panjang warga. Menurutnya, penanganan infrastruktur di titik tersebut harus disesuaikan dengan skala prioritas dan penyelesaian proyek penyangga di sekitarnya. “Jalan itu sudah masuk usulan tahun 2025 setelah JLU selesai, dan dilaksanakan di tahun ini 2026,” tambahnya.

Sebagai solusi taktis jangka pendek guna meredam keresahan warga akibat debu pekat dan risiko kecelakaan, pihak Dinas BMCKTR tidak tinggal diam. Tim khusus langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat di lapangan.

“Kami perintahkan tim Quick Respon BMCKTR untuk segera mengambil langkah darurat secepatnya,” tegas Andhy.

Proyek perbaikan infrastruktur poros Dapur Utara – Sidokumpul ini didanai penuh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan lewat alokasi Dinas PU Bina Marga. Diketahui, Dinas PU Bina Marga memegang porsi anggaran terbesar sekitar Rp100 miliar untuk optimalisasi jalan kabupaten dan poros strategis, terpisah dari kewenangan jalan nasional (APBN) maupun jalan lingkungan yang ditangani dinas terkait lainnya. [Bed]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *