Gelorakan Sepak Bola Grassroot, Bupati Bojonegoro Dorong Pemetaan Bibit Atlet dari Tingkat Desa

  • Whatsapp

BOJONEGORO | MDN – Gemuruh sorak penonton memadati area Lapangan Mban Gurdo, Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (5/9/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan partai puncak turnamen sepak bola Kedungadem Cup 2026 yang digelar oleh Pemerintah Kecamatan Kedungadem dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kemeriahan pesta olahraga rakyat ini kian menyengat saat Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengenakan jersi dan ikut merumput dalam laga pembuka. Mempertemukan tim Lurah Soccer melawan Pemkab Football Family, partisipasi Bupati di lapangan hijau menjadi sajian pemanasan yang menghibur sebelum duel sengit antara Desa Kedungadem melawan Desa Kepohkidul dimulai.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di sela acara, Setyo Wahono mengapresiasi tinggi tingginya animo masyarakat yang memadati tribun darurat di sekeliling lapangan. Ia menegaskan bahwa turnamen antardesa bukan sekadar hiburan akhir pekan, melainkan sarana krusial dalam menjaring potensi atlet muda di tingkat akar rumput (grassroot).

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjaga kebersamaan masyarakat, turnamen ini juga menjadi wadah untuk mencari bibit-bibit atlet sepak bola dari desa,” ujar Setyo Wahono.

Bupati berharap konsistensi pembinaan dan iklim kompetisi di tingkat desa dapat terus mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga talenta berbakat lokal Bojonegoro memiliki batu loncatan untuk menembus level profesional.

Atmosfer pertandingan utama pun berjalan penuh tensi tinggi. Tim Desa Kedungadem dan Desa Kepohkidul saling jual beli serangan demi merengkuh trofi bergengsi Kedungadem Cup 2026, diiringi nyanyian serta dukungan tanpa henti dari para pendukung masing-masing desa.

Di luar sengitnya persaingan di atas rumput hijau, pemandangan hangat tersaji usai laga ekshibisi berakhir. Puluhan anak-anak tampak berlarian menghampiri Setyo Wahono untuk meminta tanda tangan pada kaus dan bola mereka. Dengan senyum ramah, Bupati melayani satu per satu permintaan tersebut, menambah kesan humanis dalam penutupan gelaran Kedungadem Cup tahun ini. [J2]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *