NGAWI | DN — Upaya memperkuat keterlibatan perempuan dalam panggung politik dan pengawasan demokrasi terus digalakkan di daerah. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngawi secara resmi meluncurkan modul video pembelajaran bertajuk “Pemilu Inklusif: Perempuan dalam Pemilu” sebagai langkah konkrit mendorong kesetaraan gender di setiap tahapan pesta demokrasi.
Inisiatif ini dirancang untuk memperluas ruang partisipasi perempuan, tidak hanya sebatas pemilih, tetapi juga melingkupi peran strategis sebagai pengawas partisipatif, penyelenggara, hingga peserta kontestasi politik.
Ketua Bawaslu Kabupaten Ngawi, Yohanes Pradana Vidya Kusdanarko, menegaskan bahwa kehadiran materi edukasi audio visual ini menjadi jawaban atas tantangan keterwakilan perempuan dalam politik lokal yang kerap terpinggirkan.
“Melalui video pembelajaran ini, Bawaslu Ngawi ingin membekali masyarakat dengan pemahaman komprehensif terkait kerangka hukum keterwakilan perempuan, prinsip kesetaraan gender, serta metode pengawasan partisipatif guna menekan potensi pelanggaran Pemilu,” ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Kamis (03/09/2026).
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kabupaten Ngawi, Saroni, selaku penanggung jawab program, menyampaikan bahwa materi edukatif ini ditargetkan mampu memberikan dampak sosial yang signifikan di tingkat akar rumput.
“Hadirnya video ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok perempuan dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Ngawi agar lebih berdaya dan berani mengambil peran aktif. Ini krusial demi terciptanya iklim demokrasi yang jujur, adil, berintegritas, serta ramah gender,” tegas Saroni. [Don]








