LAMONGAN | DN – Langkah taktis diambil Polres Lamongan dalam memperkuat jaring pengamanan wilayah. Kepolisian secara resmi merangkul komunitas pengemudi transportasi berbasis aplikasi yang tergabung dalam Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Kabupaten Lamongan sebagai mitra strategis pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sinergi tersebut dimantapkan melalui gelaran silaturahmi yang berlangsung di Rupatama Tathya Dharaka Polres Lamongan, Jumat (28/8). Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, serta dihadiri sekitar 70 pengurus dan anggota PDOI.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd., menjelaskan bahwa mobilitas tinggi para driver online yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari merupakan potensi besar untuk mendukung tugas-tugas kepolisian di lapangan.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin mempererat komunikasi sekaligus memosisikan rekan-rekan driver online sebagai mitra penyeimbang kepolisian dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan,” ujar IPDA M. Hamzaid.
Dalam pengarahannya, Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra menekankan agar para pengemudi ojek online tidak hanya fokus pada aktivitas profesi, tetapi juga bersedia mengambil peran sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
“Teman-teman OJOL kami harapkan bisa menjadi duta tertib berlalu lintas. Keberadaan teman-teman di lapangan sangat strategis untuk membantu menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tegas AKBP Adhytiawarman.
Guna mempercepat respons kepolisian di lapangan, Kapolres meminta para driver online tidak ragu melapor apabila menemui dugaan tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, maupun potensi ancaman keamanan lainnya saat beroperasi. Pengaduan tersebut dapat diakses secara cepat melalui layanan darurat Call Center 110.
Selain kewaspadaan di jalanan, kapolres juga menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan pengemudi. Ia mengingatkan agar para anggota PDOI tidak mudah terprovokasi oleh narasi-narasi menyesatkan yang beredar di ruang siber.
“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar. Biasakan saring sebelum sharing. Mari kita jadikan momentum ini untuk saling berbagi informasi positif dan membangun sinergi demi menjaga Lamongan tetap aman,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh keakraban tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Polres Lamongan dan PDOI untuk terus menjaga jalur komunikasi terbuka demi terciptanya kondusifitas wilayah secara berkelanjutan. [SIS]








