JOMBANG | DN – Kepolisian Resor (Polres) Jombang mengambil langkah tegas demi menjaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kepolisian memastikan tidak akan menerbitkan izin untuk kegiatan karnaval perayaan Hari Kemerdekaan RI maupun penggunaan pengeras suara berskala besar (sound horeg) selama ajang lima tahunan tersebut berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Langkah preventif ini diambil mengingat jadwal puncak peringatan HUT ke-81 RI yang berdekatan langsung dengan penyelenggaraan forum tertinggi warga Nahdliyin yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengimbau masyarakat untuk dapat menyesuaikan jadwal kegiatan perayaan di lingkungannya masing-masing guna menghindari penumpukan massa dan gangguan ketertiban.
“Kami mengimbau masyarakat agar pada pelaksanaan Muktamar NU tidak melaksanakan karnaval ataupun kegiatan yang menggunakan sound system berskala besar. Apabila ada perayaan 17-an yang mengumpulkan banyak massa, sebisa mungkin dimajukan atau dimundurkan di luar tanggal 27 sampai 31 Agustus,” ujar AKBP Ardi, Senin (27/7).
AKBP Ardi menegaskan, penyesuaian jadwal ini sama sekali bukan bentuk pembatasan terhadap kreativitas atau antusiasme warga dalam memperingati Hari Kemerdekaan. Langkah ini semata-mata demi memastikan seluruh rangkaian Muktamar NU yang bakal dihadiri puluhan ribu peserta dan tamu undangan dari berbagai daerah dapat berjalan khidmat, lancar, dan aman.
Pencalonan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah sendiri telah disahkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah-Tanfidziyah di Jakarta pada awal Juli lalu.
Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan gangguan mobilitas, Polres Jombang kini terus mematangkan koordinasi linmas bersama jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Jombang, panitia lokal, hingga pengurus pesantren. Selain pengetatan izin keramaian, kepolisian juga tengah menyusun skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan.
“Ini semua demi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para peserta Muktamar. Kami akan terus memperbarui perkembangan situasi di lapangan dan siap menindaklanjuti setiap dinamika yang ada,” pungkas AKBP Ardi. [STS]








