LAMONGAN | DN – Nasib nahas menimpa 19 nelayan asal Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok dengan bobot 60 GT yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak sejak awal Juni lalu saat berlayar menuju perairan Sumenep, Madura.
Hingga Minggu (5/7), kapal yang dinakhodai oleh Siswanto (45) tersebut belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan. Padahal, menurut keterangan pihak keluarga, kapal tersebut seharusnya sudah kembali ke dermaga sejak dua pekan lalu.
Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wakhid, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendampingi pemilik kapal untuk melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.
“Memang benar, mas. Kami sudah melapor ke kantor Satpolairud Polres Lamongan kemarin. Situasi ini sangat mencemaskan karena biasanya kapal hanya melaut paling lama 18 hari, tapi ini sudah hampir satu bulan,” ujar Nur Wakhid saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, KMN Entok bertolak dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong pada Rabu (3/6) lalu, dengan tujuan mencari ikan di sekitar Perairan Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.
Menanggapi laporan tersebut, Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat. Koordinasi lintas wilayah telah dilakukan guna mempercepat proses pencarian.
“Kasatpolairud Lamongan telah berkoordinasi intensif dengan Satpolairud Polres Sumenep untuk melakukan upaya pencarian dan pemantauan di titik terakhir kapal berada,” jelas Hamzaid.
Selain koordinasi antar instansi maritim, pihak kepolisian juga telah menyebarkan imbauan kepada para nelayan dan kapal-kapal yang melintas di jalur perairan Kangean.
“Kami telah menyebarkan informasi kepada seluruh nelayan yang beroperasi di wilayah tersebut. Bilamana ada yang melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan KMN Entok, diharapkan segera melapor ke petugas. Harapan kita bersama, seluruh kru kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya. [J2|Red]








