NGAWI | DN – Menghadapi ancaman krisis air bersih yang kerap melanda saat musim kemarau, aksi nyata ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 07/Ngrambe Kodim 0805/Ngawi, Serka Mulyadi. Bersama puluhan warga, ia memimpin aksi gotong royong membangun jaringan pipanisasi yang bersumber langsung dari Mata Air Lodolo, Desa Giriharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jumat (26/06/2026).
Langkah taktis ini diambil untuk menyiasati letak geografis pemukiman dan lahan pertanian warga yang selama ini kesulitan mengakses air bersih secara optimal, terutama ketika debit air mulai menyusut di musim panas.
Di sela-sela kegiatannya, Serka Mulyadi mengungkapkan bahwa proyek pipanisasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan langkah krusial untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan sanitasi dasar masyarakat binaannya.
“Setiap musim kemarau, air bersih selalu menjadi komoditas yang sulit diakses warga di sini. Dengan menarik jaringan pipa langsung dari Mata Air Lodolo, kita ingin memastikan kebutuhan domestik rumah tangga dan irigasi sawah warga tetap terjaga tanpa hambatan,” ujar Serka Mulyadi di lokasi kegiatan.
Medan yang cukup menantang tidak menyurutkan antusiasme warga Desa Giriharjo. Mereka menyambut hangat kehadiran TNI yang terjun langsung ke lapangan, memanggul pipa, dan menggali jalur transmisi air secara swadaya. Rasa kebersamaan ini dinilai menjadi motor penggerak utama proyek jangka panjang tersebut.
Di tempat terpisah, Danramil 07/Ngrambe, Kapten Inf Parkuat, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi personelnya di lapangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran Babinsa harus menjadi solusi konkret di tengah kesulitan masyarakat.
“TNI lahir dari rakyat dan bekerja untuk rakyat. Melalui akselerasi pembangunan jaringan air bersih ini, kami berharap sinergitas antara TNI dan masyarakat semakin kokoh, sekaligus mampu mendongkrak kesejahteraan serta roda perekonomian di sektor pedesaan,” pungkas Kapten Inf Parkuat. [Don]








