Berhasil Tekan Perkawinan Anak, Ngawi Raih Nominasi 6 Besar PPA Award Tingkat Provinsi Jatim

  • Whatsapp

NGAWI | DN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mencegah dan menangani perkawinan anak kembali mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Kabupaten Ngawi berhasil masuk nominasi enam besar dalam Penilaian Kinerja Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (PPA Award) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Pencapaian tersebut diumumkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi sebagai hasil dari berbagai program dan inovasi yang dijalankan secara berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kepala DP3AKB Kabupaten Ngawi, dr. Nugraha Ningrum, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang terus memperkuat upaya perlindungan anak dan pencegahan perkawinan usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen secara konsisten untuk menghentikan praktik perkawinan anak melalui kolaborasi lintas sektor, baik di lingkungan formal maupun nonformal,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, terdapat delapan indikator utama yang menjadi dasar penilaian dalam PPA Award. Indikator tersebut meliputi regulasi, dokumen perencanaan, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, keterlibatan pemangku kepentingan, pengelolaan data, inovasi program, serta monitoring dan evaluasi.

Ia menjelaskan, seluruh indikator tersebut mencerminkan komitmen daerah dalam membangun sistem perlindungan anak yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Berdasarkan data yang dimiliki DP3AKB, jumlah kasus perkawinan anak di Kabupaten Ngawi menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 159 kasus, sedangkan pada tahun 2025 turun menjadi 116 kasus.

Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan berbagai program edukasi, pendampingan, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah perkawinan anak.

Selain berdampak pada masa depan anak, perkawinan usia dini juga berpotensi meningkatkan risiko stunting, kematian ibu saat hamil dan melahirkan, serta memperbesar kerentanan ekonomi keluarga.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan kerja sama dengan berbagai lembaga.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya angka statistik. Yang lebih penting adalah investasi jangka panjang melalui program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan lima hingga sepuluh tahun mendatang untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” tegas dr. Nugraha Ningrum.

Selain berhasil masuk nominasi PPA Award Jawa Timur 2026, Kabupaten Ngawi juga mencatat capaian positif di sektor kesehatan dengan meraih zero angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2025. Prestasi tersebut semakin menguatkan posisi Ngawi sebagai daerah yang serius dalam membangun kualitas hidup perempuan dan anak secara berkelanjutan. [Don]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *