TUBAN | DN – Antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 53.623.24, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kembali menimbulkan kemacetan parah di jalur utama penghubung antarwilayah, Senin (8/6/2026). Kondisi ini membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat dan memicu keluhan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga keluar area SPBU dan memakan sebagian badan jalan. Situasi tersebut memaksa pengendara yang melintas memperlambat laju kendaraan demi menghindari potensi kecelakaan lalu lintas.
Kemacetan akibat antrean BBM ini bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar menilai kondisi serupa sudah berulang dalam beberapa pekan terakhir dan belum mendapatkan penanganan yang efektif.
Salah seorang pengendara yang melintas mengungkapkan bahwa antrean kendaraan kerap menutup akses jalan utama. “Antrean keluar sampai jalan raya. Kendaraan harus bergantian lewat dan sering terjadi penumpukan, apalagi saat jam ramai,” ujarnya.
Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait distribusi BBM. Sebagian warga menduga lonjakan antrean dipicu oleh tingginya permintaan, sementara yang lain mencurigai adanya kendala pasokan di wilayah sekitar.
Tak hanya itu, beredar pula informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi yang diduga digunakan untuk kepentingan sektor tambang. Solar subsidi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat dan kendaraan tertentu, bukan untuk aktivitas industri yang semestinya menggunakan BBM nonsubsidi.
Masyarakat berharap pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi guna mencegah berkembangnya spekulasi. Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran BBM dinilai perlu diperketat agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan dampak lanjutan berupa kemacetan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, warga menilai kemacetan akibat antrean BBM dapat menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Plumpang dan sekitarnya. Oleh karena itu, solusi konkret dari pengelola SPBU maupun instansi berwenang sangat dinantikan.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pengelola SPBU 53.623.24 di wilayah Kabupaten Tuban belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab antrean panjang maupun langkah penanganan untuk mengurai kemacetan yang terjadi. [J2]








