LAMONGAN | DN — Banjir yang melanda kawasan Bengawan Njeroh, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sejak hampir dua bulan terakhir, terus menimbulkan dampak serius bagi mobilitas warga. Salah satu titik terparah berada di Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah, dengan ketinggian air mencapai 70–80 sentimeter. Kondisi ini membuat akses jalan kabupaten lintas kecamatan lumpuh, terutama bagi kendaraan roda dua.
Melihat situasi tersebut, puluhan pemuda dari Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kalitengah bersama PT Sining Nusantara Raya (SNR) dan masyarakat setempat berinisiatif membangun jalan darurat. Dengan peralatan seadanya, mereka memasukkan batu ke dalam karung plastik, lalu menyusunnya di titik terdalam banjir hingga membentuk jalur memanjang yang dapat dilalui sepeda motor.







