LOMBOK UTARA | DN – Di tengah gempuran usaha modern, sebuah barbershop sederhana di Dusun Gol, Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, masih bertahan dan menjadi pilihan warga setempat. Usaha pangkas rambut ini dikelola oleh Lalu Rodi Hartono, pemuda desa yang merintis usaha dari nol berbekal keterampilan otodidak.
Rodi mengenang awal mula kemampuannya mencukur rambut saat masih bersekolah di Bengkel. Kala itu, sebuah razia rambut membuatnya harus mencukur teman-teman sekelas. Dari pengalaman tersebut, ia mulai menekuni keterampilan mencukur hingga menjadi kebiasaan. “Sepulang sekolah saya sering diminta mencukur teman-teman di dusun, meski hanya dengan alat seadanya,” ujarnya.







