LAMONGAN | DN — Banjir luapan Bengawan Jero yang melanda wilayah Lamongan, Jawa Timur, semakin mengkhawatirkan. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat lebih dari 10.672 jiwa terdampak di 27 desa, dengan 2.736 rumah terendam di lima kecamatan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Sekretaris Daerah M. Nalikan telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan mengerahkan langkah-langkah penanganan cepat. Di antaranya, penambahan dua unit mobil pompa air untuk mempercepat pengurangan genangan di wilayah terdampak.
Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sektor ekonomi, terutama petani tambak dan sawah. Sebanyak 3.958 hektar lahan pertanian dilaporkan tenggelam, menyebabkan kerugian besar bagi petani lokal.







