Nada Sunyi di Karepattoddo: Siking dan Puik-Puik Harapan dari Rumah yang Tak Banyak Bicara

  • Whatsapp

TAKALAR | DN – Di Dusun Karepattoddo, Desa Barugaya, Kecamatan Polongbangkeng Timur, hidup tidak selalu hadir dalam suara keras atau sorotan terang. Di sana, di sebuah rumah sederhana yang berdiri tenang di antara ladang dan pohon-pohon tua, seorang pria bernama Siking Dg Se’re menjaga hidupnya dengan cara yang tak biasa—dalam diam, dalam keterbatasan, namun penuh makna.

Sejak kecil, Siking hidup dengan gangguan penglihatan. Dunia baginya bukan gelap total, tapi juga tak pernah benar-benar terang. Ia hanya bisa melihat jika wajahnya dimiringkan ke samping, seolah hidup memang harus ia pandang dari sudut yang berbeda.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di rumah itu, ia tinggal bersama istrinya yang juga penyandang disabilitas, dengan gangguan bicara. Kata-kata jarang terdengar di antara mereka. Namun keheningan itu bukan kekosongan. Di sana ada kasih, ada kesetiaan, ada ketabahan yang tak membutuhkan banyak suara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *