Dr. Yenny Vera Febriyanti Raih Gelar Doktor di Universitas Sebelas Maret dengan Disertasi tentang Tekanan Stakeholder dan Emisi Karbon Perusahaan

  • Whatsapp

SURAKARTA – DN | Program Doktor Ilmu Ekonomi, minat utama Akuntansi, Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali melahirkan doktor baru yang berprestasi. Yenny Vera Febriyanti, S.E., M.Akt., resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Tekanan Stakeholder dan Pengungkapan Emisi Karbon: Peran Kesadaran Rendah Karbonat Pemimpin Perusahaan” dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di kampus UNS, Surakarta.

Ujian terbuka yang berlangsung khidmat dan ilmiah ini menghadirkan jajaran akademisi terkemuka sebagai tim promotor dan dewan penguji. Tim promotor terdiri dari tiga pembimbing utama, yakni Prof. Doddy Setiawan sebagai Promotor, Dr. Sri Hartoko sebagai Ko-Promotor I, dan Ari Kuncara, Ph.D. sebagai Ko-Promotor II. Ketiganya memberikan bimbingan intensif dan arahan ilmiah selama proses penyusunan disertasi, sekaligus menjadi pilar utama keberhasilan Yenny dalam menyelesaikan studi doktoralnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain promotor, sidang terbuka ini juga menghadirkan enam penguji yang masing-masing memiliki reputasi akademik tinggi di bidang ekonomi, akuntansi, dan keberlanjutan lingkungan. Mereka adalah Prof. Agung Nur Probohudono, Prof. Bhimo Rizky Samudro, Prof. Arif Sudaryono, Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, dan Prof. Junaidi. Kehadiran para penguji senior ini menjadikan sidang promosi doktor tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang kritis, objektif, dan penuh penghargaan terhadap karya ilmiah.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Doddy Setiawan, Yenny Vera Febriyanti tampil percaya diri saat memaparkan hasil penelitiannya. Ia menjelaskan bahwa tekanan dari stakeholder, baik internal maupun eksternal, menjadi faktor pendorong utama bagi perusahaan untuk mengungkapkan informasi mengenai emisi karbon. Namun, hasil penelitiannya juga menemukan bahwa tidak semua perusahaan merespons tekanan tersebut secara sama hal ini dipengaruhi oleh tingkat kesadaran rendah karbon yang dimiliki pemimpin perusahaan.

Menurut Yenny, pemimpin yang memiliki kesadaran rendah karbon yang tinggi akan lebih cenderung melakukan carbon emotion disclosure, yaitu bentuk pengungkapan yang tidak sekadar menyampaikan data kuantitatif mengenai emisi karbon, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai moral, empati, dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan. Melalui pendekatan ini, pengungkapan emosi karbon dapat dilihat sebagai bentuk komunikasi etis yang menghubungkan dunia akuntansi dengan aspek kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Prof. Doddy Setiawan, selaku promotor utama, dalam sambutannya memuji keberanian dan orisinalitas riset yang dilakukan oleh Yenny. Menurutnya, disertasi ini berhasil menggabungkan teori akuntansi keberlanjutan dengan perspektif psikologis kepemimpinan dalam konteks tekanan stakeholder. “Yenny menghadirkan dimensi baru dalam penelitian akuntansi. Ia tidak hanya bicara tentang angka, tetapi juga tentang nilai, perasaan, dan kesadaran ekologis pemimpin. Ini adalah pendekatan yang segar dan relevan untuk masa depan,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *