KEDIRI | DN – SMP Negeri 1 Kandat baru saja menggelar acara Purna Wiyata bagi siswa kelas 9 dengan konsep sederhana namun tetap sarat makna. Tanpa kemewahan seperti tenda besar atau dekorasi berlebihan, acara ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan.
Meski digelar di bawah terik matahari, semangat para siswa tetap tinggi. Mereka duduk rapi di kursi yang telah disediakan, menikmati setiap momen perpisahan yang menjadi simbol perjalanan mereka selama tiga tahun di SMP.
Kesederhanaan yang Menjaga Esensi Acara
Di Kabupaten Kediri, festival budaya pelepasan siswa memang menjadi tradisi, tetapi SMP Negeri 1 Kandat memilih pendekatan yang lebih sederhana. Hal ini dilakukan agar tidak membebani wali murid dengan biaya tambahan, mengingat polemik yang sempat muncul di berbagai sekolah terkait iuran wisuda.
Menariknya, acara ini diprakarsai langsung oleh siswa kelas 9. Tidak ada undangan untuk wali murid, hanya siswa, guru, dan karyawan sekolah yang hadir. Meski begitu, suasana tetap meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang dibawakan oleh para siswa.
Pesan Kepala Sekolah: Kesederhanaan adalah Nilai Berharga
Kepala SMP Negeri 1 Kandat, Drs. H. Imam Basori, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perpisahan, tetapi juga pelajaran tentang kesederhanaan dan kebersamaan.







