Anggaran upacara kemerdekaan HUT RI ke-79 pada 17 Agustus mendatang melambung tinggi karena diselenggarakan di dua tempat. Meskipun tidak membuka secara rinci berapa peningkatan biayanya, namun pemerintah menganggap bahwa hal tersebut sangat wajar.
Jakarta | DN – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait membengkaknya anggaran upacara HUT RI ke-79 pada 17 Agustus mendatang. Kenaikan anggaran ini disebabkan penyelenggaran upacara di dua tempat yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dan Jakarta.Jokowi menegaskan bahwa kenaikan anggaran tersebut merupakan suatu hal yang wajar saja.
“Ya namanya dulu hanya di satu tempat, ini karena ada transisi sehingga menjadi di dua tempat, tapi kan bukan lompatan yang anu (tinggi). Saya kira itu biasa, dan wajar dan juga anggarannya di Kementerian Setneg,” ungkap Jokowi.
Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengakui bahwa memang ada kenaikan anggaran karena penyelenggaraan upacara kali ini berada di dua tempat. Tanpa merinci lebih lanjut, Pratikno mengklaim bahwa kenaikan anggaran tidak naik secara signifikan.
“Upacara sekarang itu kan diselenggarakan di dua tempat, tentu saja anggarannya tentu lebih besar daripada sebelumnya tetapi tidak signifikan. Gak hafal saya (kenaikan anggaran),” jawabnya singkat.
Pratikno juga membantah kabar yang beredar bahwa pemerintah akan menyewa mobil mewah sejenis alphard untuk mengangkut tamu-tamu penting di IKN nanti. Menurutnya, pemerintah akan menggunakan transportasi jenis bus saja.








