Selain menekankan aspek teknis, Lutfi juga mengajak seluruh komponen—atlet, pelatih, dan manajer—untuk memperkuat kebersamaan. Ia menargetkan PODSI Lamongan menjadi contoh bagi daerah lain, baik dari sisi prestasi maupun tata kelola organisasi olahraga.
“PODSI Lamongan harus menjadi percontohan, bukan hanya dalam raihan medali, tapi juga dalam pengelolaan fasilitas dan manajemen organisasi,” ujarnya.
Nuhan Ubed, perwakilan tim teknis, melaporkan progres latihan intensif yang dijalankan. Program tersebut dirancang untuk mengasah fisik dan teknik mendayung agar para atlet mencapai performa puncak saat pertandingan berlangsung.








