Kapolda Jatim juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun pesta kembang api secara berlebihan. Menurutnya, imbauan ini sebagai bentuk empati terhadap tiga provinsi di Indonesia yang tengah berduka akibat bencana.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan. Keputusan ini diambil sebagai wujud kepedulian, karena ada tiga provinsi yang sedang berduka. Tidak elok jika kita tidak ikut merasakan keprihatinan,” tegasnya.
Selain itu, Nanang mengajak warga untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan sederhana dan penuh makna. Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum akhir tahun sebagai refleksi diri.
“Silakan melaksanakan kegiatan dengan sederhana dan khidmat. Maknanya adalah introspeksi, sehingga di tahun 2026 kita bisa menyongsong hal-hal baru yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan pengamanan yang ketat dan koordinasi lintas instansi, Kapolda Jatim memastikan malam pergantian tahun di Surabaya berjalan aman, tertib, dan kondusif. [CAS]







